Posts

Showing posts from June, 2016

Underwriting Asuransi

UNDERWRITING ASURANSI adalah pokok keunggulan suatu perusahaan Asuransi. Jadi, sementara banyak orang membahas tentang besarnya manfaat yang ditawarkan, bagi para profesional Asuransi, ukuran utama dan pertama adalah kesanggupan underwriting, atau Underwriting Capacity. Begini, prinsip kerja Asuransi adalah mengumpulkan premi dari banyak peserta, untuk digabungkan sebagai Dana Asuransi, atau dalam Asuransi Syariah disebut Dana Tabarru'. Yang bisa masuk dalam kumpulan ini sebagai peserta atau kontributor, adalah orang-orang yang cukup sehat, yang berisiko namun BELUM mengalami risiko tersebut. Dalam prakteknya, banyak orang tidak mengikuti asuransi, sampai mereka SUDAH mengalami risiko. Maka, peluang ikut asuransi yang bayar sedikit dapat pertanggungan banyak -- ini namanya aleatori -- jadi sangat menarik. Kondisi ini disebut sebagai ANTI SELEKSI, dan kita lihat akibatnya dalam asuransi sosial seperti BPJS Kesehatan yang defisit triliunan. Dalam prakteknya, setiap asuransi pasti menga…

UU Tax Amnesty

UU TAX AMNESTY DISETUJUI DPR HARI INI, semoga nggak terus dimanipulasi dan diubah-ubah draftnya di sekretariat... Begini lho, pertama pokok pajak yang selama ini gak diakui, itu diputihkan, dengan cara 'ditebus'. Tebusannya, kalau nggak salah, yaitu jika dana yang diakui itu terus diinvestasikan di Indonesia selama minimal 3 tahun. Tiga bulan kedepan, biaya tebusannya hanya 2%. Lalu 4% sampai akhir tahun. Lalu 6% sampai kuartal 1 tahun 2017. Detilnya, tentu harus lihat nanti UU final yang dipublikasikan dalam Lembaran Negara. Berita baiknya, ini mungkin akan menarik dana ribuan trilyun Rupiah yang selama ini ada dalam mata uang asing, di negara asing. Konon, di Singapore saja ada 4000 Trilyun Rupiah. Pokoknya banyak bukan main! Bayangkan jika dana-dana itu masuk Indonesia.... Pemerintah membuat instrumen untuk menampung dana, dalam bentuk obligasi Pemerintah. Jadi Pemerintah bisa terus dapat dana untuk membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Proyek berjalan dengan lancar sek…

CEO Outlook

CHANGE IS NOW OR NEVER, begitulah report dari KPMG (https://home.kpmg.com/…/home/camp…/2016/06/ceo-outlook.html…) Menarik untuk mempelajari respon para CEO perusahaan kelas dunia, yang mayoritas melihat bagaimana perusahaan mereka harus bertransformasi dalam 3 tahun ke depan. Perubahan teknologi, perubahan ekonomi, dan perubahan lingkungan. Sangat cepat. Di satu sisi, perubahan membawa banyak kesempatan baru. Di sisi lain, manusia tidak mudah berubah dengan cepat. Alhasil, kita melihat masalah ekonomi masih sama, produktivitas masih sama, dan secara keseluruhan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi. Kalau kita membaca bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 5%, itu tidak berarti semuanya naik 5%. Sejumlah perusahaan mencapai pertumbuhan jauh lebih tinggi. Sejumlah lainnya, malah mengalami penurunan. Dirata-rata, jadinya 5%. Dalam ekonomi, ketika trend adalah penyusutan, kondisinya sangat tidak seragam. Tidak menyusut bersama-sama. Selalu ada yang membesar usahanya, namun jauh lebih banyak yan…

Asuransi dan Iman

TAHUN 2008 SAYA SIARAN DI RADIO, seorang Pendeta menolak Asuransi Jiwa. "Berasuransi itu tidak beriman," katanya. Sampai saat ini juga saya masih mengajar agen, dan harus jawab keluhan serupa. "Pak, katanya dia mau bergantung pada Tuhan Yesus saja, bukan pada asuransi. Mesti ngomong apa?" Eh, agen lain yang muslim juga mengatakan hal serupa. Jangan ambil asuransi jiwa. Merusak iman, kata khotib. Nah lho.... Ijinkan saya untuk menjawab secara teologia Kristen, karena saya juga seorang teolog, sesuai studi S2 saya. Mohon permisi sebelumnya ya. Yang pertama, Firman Tuhan lewat surat kepada jemaat di Galatia menyatakan, (Galatia 6:2) Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Tuhan itu memiliki segala sesuatu. Semua dijadikan oleh Tuhan. Dia mengasihi manusia, dia memelihara kehidupan. Tapi, Tuhan bukan sinterklas yang hobinya hanya bagi hadiah. Dia bukan Sang Dermawan yang hanya memberi kesana kemari. Dia adalah Bapa, yang ingin anak…

Jadi CFP

CERTIFIED FINANCIAL PLANNER adalah sertifikasi profesi perencana keuangan yang dikeluarkan oleh FPSB, yang kini telah diakui di 26 negara. Di Indonesia, FPSB Indonesia adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang diberi lisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menjadi Profesional CFP adalah suatu keunggulan karena diakui kompetensinya untuk melayani Nasabah. Untuk yang tinggal di Bandung dan sekitarnya, berikut ini informasi tentang tutorial CFP: Informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraaan pelatihan Certified Financial Planner ®(CFP®) Batch 7 di Universitas Kristen Maranatha: 1. Program diselenggarakan setiap hari Sabtu mulai jam 08.30 – 15.30.
2. Pelatihan terdiri dari 4 modul dan setiap modul terdiri dari 3 pertemuan.
3. Biaya Pelatihan per Modul Rp 2.500.000,00 / orang
4. Jadwal untuk Batch 7 direncanakan mulai 23 Juli 2016.
5. Kelas akan dibuka jika peserta minimum 10 orang.
Batas pendaftaran dan pembayaran 30 Juni 2016.(uang muka 10% dari modul 1 Rp 250.000)
Pembayaran akhi…

Investasi Finansial

INVESTASI FINANSIAL adalah saat dimana seseorang atau suatu badan menunda konsumsinya saat ini, menariknya dalam suatu aset finansial, agar bisa mengkonsumsinya lebih besar di masa depan. Jadi, stop jajan, taro duit dalam aset finansial, supaya nanti bisa jajan lebih banyak.... hehe... maaf, jangan jajan banyak2 ya. Becanda ya. Aset finansial pada prinsipnya ada tiga. Satu, duit. Dua, utang. Tiga, modal. Maka ada yang namanya pasar uang, ada pasar obligasi (alias surat utang), dan ada pasar saham. Namanya duit, nilainya turun karena inflasi dan nominalnya naik karena bank sentral beri suatu bunga, disebut BI rate. Saat ini BI rate adalah 6.5% kan. Inflasi total pasti lebih dari BI rate. Jadi, orang pegang duit buat bertransaksi kan... itu jangkanya pendek. Nilai duit di bank secara jumlah alias nominal bisa bertambah, namun daya beli cenderung menurun.... disebut bunga riil negatif. Makanya, jangan tabung uang terlalu lama di bank. Putarkanlah uang di bank Anda, sebagai suatu kas yang l…

Tidak Ada Asuransi Tradisional

TIDAK ADA ASURANSI TRADISIONAL, seperti ini produk kuno dan itu produk modern. Entah kenapa disebut begitu, dan apa maksudnya. Asuransi adalah perjanjian, suatu produk hukum. Kita kan gak bilang ini hukum tradisional, dan itu hukum modern? Yang ada, ini hukum yang berlaku dan itu tidak berlaku. Seperti, UU No. 2 Tahun 1992 Tentang Asuransi tidak berlaku, karena digantikan UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian. Perjanjian yang mendasar: tertanggung bayar premi dan penanggung beri manfaat saat musibah terjadi. Premi dibayarkan setiap tahun, sepanjang kontrak perjanjian atau polis berlangsung (istilahnya: in-force). Pertanyaan: berapa lama dan bagaimana premi dibayarkan? Jika jangka waktunya pendek, disebut asuransi jiwa berjangka alias term life. Bisa bayar setahun demi setahun, makin tua makin tinggi preminya. Bisa dihitung total selama periode tertentu, lantas dirata-rata, jadi bayarnya sama tiap tahun. Ada yang berlangsung seumur hidup atau sampai usia 100 (diluar negeri sampai usi…

Tentang Uang

Masalah sebenarnya adalah tentang uang. Pernah memikirkan apa bedanya uang jaman dahulu dengan jaman sekarang? Jaman dahulu, uang mempunyai nilai pada benda yang disebut uang. Dahulu uang dibuat dari emas, atau perak. Alasan terbesar memakai emas dan perak adalah, karena unsur-unsur ini tidak bereaksi dengan zat lain. Emas tetap emas, tidak berubah. Kemudian, emas bukanlah bahan yang mudah diperoleh. Jumlah pertambahan manusia jauh melebihi bertambahnya emas digali dari perut bumi. Lagipula, manusia cenderung mengumpulkan emas bagi dirinya sendiri, sehingga emas dan perak tidak cukup untuk dipakai sebagai alat tukar. Maka, pada tahun 1944 dimulailah mata uang US Dollar disetarakan dengan emas, dalam perjanjian Bretton Woods. Lalu pada tahun 1972, USD dilepaskan dari emas. Hari ini, mata uang tidak lagi terikat pada emas -- nilai dari uang terikat pada nilai ekonomi dari negara yang mengeluarkan mata uang itu. Nilai ekonomi itu seperti ini: jika seseorang memasak nasi, berapakah upahnya? J…

Asuransi Jiwa Tuh...

ASURANSI JIWA, seperti asuransi lainnya, TIDAK MEMBERI KEUNTUNGAN. Asuransi tidak memberi profit; orang tidak mendapatkan kelebihan karena mengikuti Asuransi. Asuransi Jiwa juga tidak menjamin masa depan Anda. Percayalah, masa depan Anda tidak menjadi lebih baik karena Asuransi. Asuransi Jiwa tidak melindungi Anda, tidak membuat Anda menjadi kebal penyakit, atau bebas dari masalah. Jika Anda adalah Agen Asuransi (dan saya yakin di sini banyak sekali pebisnis sebagai Agen) -- jika Anda sedang menawarkan suatu 'keuntungan' karena mengikuti Asuransi Jiwa.... yah, mungkin Anda salah. Asuransi jiwa tidak menyelamatkan jiwa, atau kehidupan. Itu adalah bagiannya Tuhan. Tidak ada yang dapat menggantikan-Nya. Asuransi adalah perjanjian, antara penanggung dengan tertanggung. Isi perjanjiannya: tertanggung akan membayar premi, dan penanggung akan memberikan sejumlah Uang Pertanggungan sesuai dengan deklarasi dalam Polis, alias Kontrak Asuransi. Asuransi itu adalah suatu kepastian: ketika musi…

Masuk Dalam Kepastian

Image
Siapa yang tidak ingin menjadi lebih sejahtera, menjadi lebih kaya? Keuangan telah menjadi tolok ukur utama dalam masyarakat, untuk menentukan nilai produktivitas manusia, serta menjadi nilai diri manusia itu sendiri. Coba perhatikan: ada orang yang bekerja dan upahnya adalah sekian puluh ribu Rupiah per jam. Orang lain lagi mengerjakan hal dibidang yang sama namun menerima hanya sekian belas ribu Rupiah per jam. Kita bisa mengatakan bahwa orang pertama nilai kerja per jamnya lebih tinggi daripada orang kedua; maka nilai diri orang pertama lebih tinggi daripada orang kedua. Orang pertama mungkin dipandang lebih penting, lebih utama, harkatnya lebih tiggi. Manusia butuh mengangkat harkat hidupnya, suatu kebutuhan hidup untuk terus bertambah, jangan sampai menurun atau berkurang. Kebutuhan itu sendiri dibatasi berdasarkan kenyataan yang pasti dalam hidup manusia. Ada dua hal yang pasti dan mendasar di dalam kehidupan: manusia itu hidup atau manusia itu mati. Tidak ada pilihan lain, bukan?…

Biaya Premi

Masih tentang hitungan premi. Berapa sih biaya premi per tahun? Kalau seseorang berusia 40 tahun ikut asuransi whole life dan bayar 12 juta selama 10 tahun, misalnya dengan UP 480 juta. Pembayaran 120 juta itu adalah untuk total premi selama 59 tahun. Jadi, kalau ditata-rata, tiap tahun bayar preminya sekitar 2 juta. Tiap bulan bayar premi 167ribu. Itu kalau dipukul rata. Namun, dalam premi untuk yang lebih muda, bayarnya lebih murah. Makin tua, makin tinggi. Okay, misalnya saja dia bayar premi yang sama sebesar 2 juta per tahun selama 59 tahun. Apakah ada biaya akuisisi? Oh ya pasti ada, itu untuk agen. Berapa? Misalnya saja 2% dari 2 juta, tiap tahun. 40 ribu per tahun. Jika nasabah berumur panjang, ada 59 kali 40 ribu, itu sama dengan 2,36 juta. Nah, kalau dihitung dengan pembayaran premi 12 juta selama 10 tahun, angka 2,36 juta itu kira2 20% dari premi tahunan. Tapi perusahaan lebih cerdas, nggak dibayarkan sekaligus. Bagi dua tahun dong. Per tahun 10% dari premi tahunan, itu jadi ko…

Berapa Preminya?

Ini tips untuk mengira-ngira ya. Total premi yg harus dibayarkan itu 15%-30% dari Uang Pertanggungan, dengan usia masuk dibawah 50 tahun. Biasanya pula, orang mampu menyisihkan dana 10% dari pendapatan setahun untuk bayar premi. Maka, jika seseorang punya gaji 10 jt sebulan, atau 120 jt setahun, kemampuan bayarnya 12 jt per tahun. Jika dia bayar selama 10 tahun, total preminya 120 jt. Kalau diasumsikan itu 25%, maka besarnya UP kira-kira adalah 480 juta. Itu kalau memakai asuransi whole life. Makin muda usia, makin kecil % nya, makin besar UP nya. Karena itu, pakai asuransi whole life sebaiknya bayar sepanjang mungkin. Dengan 12 juta per tahun bayar premi selama 20 tahun bisa dapat UP 1 M. Dengan asuransi unit link, bayar 12 juta per tahun selama 10 tahun bisa dapat UP lebih dari 500juta, dan mungkin sekali masih ada hasil investasinya. Itu, kalau dananya bukan di pasar uang saja ya. Teman2 yang agen boleh cek dengan aplikasi ilustrasi, misalnya usia 40 tahun, bayar 12 jt per tahun selama…