Posts

Showing posts from August, 2016

Tidak Cukup

Image
PAGI INI, TELEMARKETER SUDAH NELPON, dan percakapan kami kira-kira seperti ini:
"Selamat pagi, dengan Pak Donny Adi Wiguna?"
"Ya"
"Perkenalkan Pak, nama saya Bertha dari xxxxx. Kami ada program yang khusus dan baik untuk Bapak sebagai pemegang kartu kredit Platinum. Kartu kredit Bapak masih aktif, Pak?"
"Masih"
"Mohon waktu Bapak tiga menit saja. Kami mau memberikan manfaat bagus sekali untuk Bapak dan keluarga. Bapak sudah berkeluarga, bukan?"
"Sudah"
"Nah, Pak, kalau Bapak atau anggota keluarga di rawat di rumah sakit, kami akan memberikan santunan harian sebesar Rp 300.000 per hari Pak, tunai. Mudah, tinggal kirim kuitansinya pada kami, fotocopy juga boleh. Bisa dipakai untuk membayar biaya rumah sakit, kalau masuknya ke ICU diberi manfaatnya dobel lho Pak."
"Asuransi kan? Saya sudah ada."
"Oh, bagus kalau Bapak sudah ada, ini bisa dobel klaim loh Pak. Jadi Bapak klaim ke asuransi Bapak, juga bisa klaim dan…

Yang BARU dari Tax Amnesty

Image
KEHEBOHAN TAX AMNESTY MENYASAR KEPADA RAKYAT INDONESIA KEBANYAKAN, TERNYATA SALAH SASARAN. Pada pelaksanaan awal di bulan Agustus 2016, seluruh KPP Pajak dipersiapkan untuk menerima semua masukan permintaan pengampunan pajak dari masyarakat, sedemikian rupa sehingga seolah-olah dipersepsikan semua orang telah melakukan kesalahan, maka semua orang harus mengikuti program Tax Amnesty. Ini, dari awal pembahasan Tax Amnesty, bukan maksudnya. Hanya, kekurangan dalam petunjuk pelaksanaan membuat satu pemahaman bahwa semuanya harus ikut, harus lapor semua aset, dan bayar tebusan.

Seperti yang saya tulis dalam Tax Amnesty dan Properti Warisan, keharusan ini menjadi masalah bagi pensiunan. Jalan keluar yang paling logis adalah menjual asetnya sekarang, membayar Tax Amnesty, lalu sisa dananya dapat dibuat premi untuk polis Asuransi Jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan sebesar nilai aset di masa depan.

Sayangnya, walaupun solusi ini memberikan keuntungan dan kepastian secara finansial, banyak situ…

SOCIAL COHESION

Image
BANGSA INDONESIA DAHULU ADALAH BANGSA YANG GEMAR BERKUMPUL. Ini adalah budaya kita, di mana gotong royong dilakukan di segenap penjuru, menjadi suatu cara hidup yang menjadi ciri kita. Kalau diperhatikan lebih lanjut, gotong royong itu bukan terjadi secara acak, melainkan terjadi di dalam satu grup, di mana semua termasuk, semua terinspirasi, dan semua terlibat. Para ahli sosial mengatakan bahwa ikatan yang membuat grup bersatu, adalah apa yang disebut social cohesion, atau group cohesiveness.

Secara longgar kita bisa mendefinisikan social cohesion sebagai komitmen pada tugas dan ketertarikan antar individu di dalam grup, untuk bersama-sama menjadi sejahtera. Suatu kecenderungan grup untuk tetap bersama-sama berjuang mencapai tujuan bersama, serta memenuhi kebutuhan emosional seluruh anggotanya. Satu contoh adalah pemandangan di sebuah dukuh yang sedang memasuki masa panen. Seluruh keluarga bahu membahu bekerja melakukan panen, satu keluarga membantu keluarga yang lain, hingga panen se…

Polis Asuransi Jiwa Anda

Image
SIAPA YANG SUDAH MEMBACA SELURUH POLISNYA DARI DEPAN SAMPAI BELAKANG? Banyak yang merasa, ini tebal sekali. Sudah sajalah, percaya pada agen jadi tidak perlu membaca semuanya. Pusing bacanya. Lagipula, membaca itu bisa membuat apa?

Jadi, kata-kata Agen adalah acuan. Banyak yang seperti ini, apakah Anda juga? Mudah-mudahan tidak, karena masih ada juga orang-orang yang membacanya, dari depan sampai belakang! Sebenarnya tidak susah kok. Malah, kita bisa belajar banyak dari polis Asuransi Jiwa kita.
Mari kita meluangkan sedikit waktu untuk mengamati polis Asuransi Jiwa yang kita miliki, untuk melihat apa saja yang dinyatakan di sini. Sebelumnya, pahamilah bahwa kontrak Asuransi Jiwa atau polis adalah sebuah kontrak hukum yang berjangka waktu tertentu. Kontrak hukum ini dibuat oleh Perusahaan Asuransi dengan sifat unilateral, artinya mengikat ke satu pihak yaitu Perusahaan Asuransi mematuhi hukum, dan membebaskan pihak lain, yaitu Pemegang Polis dari tuntutan hukum.

Jika Pemegang Polis tidak …

Perencanaan Warisan

Image
KEHIDUPAN SEPERTI APA YANG TIDAK MENINGGALKAN APA-APA? Namun, banyak orang di Indonesia tidak meninggalkan apa-apa bagi keluarganya. Kehidupan yang dimulai, dijalani, lalu diakhiri di liang lahat. Selesai. Apa yang dilakukan atau mau dicapai oleh keturunan? Itu urusan mereka sendiri. Itulah egosentrisme.

Dalam pandangan ini, yang penting adalah mencintai kehidupan dan menjalaninya sendiri. Yang penting bisa bekerja dan membangun status, sehingga ada yang memberi hormat selagi masih hidup. Kalau sudah mati, siapa yang tahu apakah orang-orang masih mengingatnya? Yang penting selagi masih hidup sekarang, orang-orang menghormati dan mengagumi kekayaannya, serta takut pada kekuasaan yang dimilikinya untuk mengatur hidup orang lain. Semuanya berpusat pada diri sendiri.

Walaupun orang yang demikian merasa nyaman dengan posisi dan kedudukan serta pengaruhnya, pada akhirnya semua itu: jabatan, pangkat, serta pengaruh, akan berakhir. Orang yang sudah meninggal mungkin bisa menginspirasi orang lai…

Tax Amnesty dan Properti Warisan

Image
DARI PERTANYAAN SEPUTAR TAX AMNESTY, saya belajar untuk melihat dari sudut pandang banyak orang, terutama mengenai properti dalam kaitannya dengan hibah, atau warisan. Permasalahan mendasarnya adalah: aset atau harta dimiliki oleh orang-orang yang sudah tidak lagi produktif dan tidak memiliki dana tunai untuk membayar tebusan.

Saya merasa sedih dengan kondisi ini, karena semuanya jadi serba meleset. Begini Tax Amnesty tidak dimaksudkan untuk menyasar penduduk Indonesia yang sudah tua dan tidak lagi berpenghasilan. Tetapi dalam pelaksanaannya, akhirnya perlu dilibatkan karena banyak juga orang tua pensiunan, yang semasa produktifnya sebagai pengusaha tidak membayar pajak dengan benar, atau tidak melaporkan hartanya sama sekali di SPT.

Banyak orang yang mengumpulkan uang selama mereka produktif dan menghindari orang pajak. Masih ada ingatan, bagaimana orang pajak dahulu menjadi momok, menjadi pemeras terhadap wajib pajak. Ketidakpatuhan wajib pajak itu, sebagian karena nakal, sebagian kar…

Menjaga Kesehatan, Bukan Cuma Nanggung Kalau Sudah Sakit

Image
TOTALITAS AGEN ASURANSI JIWA terwujud bukan hanya dari kata-kata, melainkan dari SELURUH pilihan dan perilakunya. Dengan dasar mengambil asuransi jiwa adalah kepedulian dan tanggung jawab, maka seorang Agen Asuransi Jiwa pasti amat sangat menghargai nilai kehidupan seseorang. Segala sesuatu yang kami lakukan adalah supaya Anda mencintai kehidupan dan menjalaninya sepanjang mungkin, dalam kesejahteraan.

Jadi, jangan percaya pada Agen Asuransi Jiwa yang masih merokok. Jangan percaya pada Agen Asuransi Jiwa yang tidak menjaga kesehatan. (Sorry Bro, tidak bermaksud menyinggung kalau Bro masih juga merokok..... )

Entah bagaimana ada yang berpikir bahwa Agen Asuransi Jiwa mengharapkan agar tertanggung cepat meninggal dunia, supaya segera keluar Uang Pertanggungan. Tidak pernah begitu! Asuransi Jiwa adalah bagian dari perencanaan keuangan, yang memastikan adanya suatu nilai dana yang akan diberikan bilamana suatu kondisi musibah yang tak terduga terjadi. Di dalam pemahaman ini, tidak ada yang …

Peduli, Apakah Anda peduli?

Image
ASURANSI ADALAH PRODUK KEUANGAN YANG DIAMBIL BERDASARKAN KEPEDULIAN, bukan keinginan. Tidak ada keuntungan pribadi yang dapat diharapkan dari Asuransi, walaupun dalam Asuransi Jiwa bisa terbentuk situasi di mana penanggungan seperti memberikan suatu keuntungan.

Mungkin Anda pernah mendengar cerita lama ini, tentang seorang pengusaha muda dan sukses yang membuat polis Asuransi Jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan yang sangat besar di waktu itu, pembayaran premi mengambil bagian besar dari pendapatan tahunannya. Ia membayar selama 10 tahun, hingga selesai melalui masa pembayaran premi.

Tahun-tahun berlalu, datanglah badai ekonomi hebat melanda dunia. Perdagangan ekspor terpangkas, hutang pun membelit, dan di usia pensiunnya pengusaha ini harus mengalami kebangkrutan. Anak-anaknya tidak berhasil kuliah sampai tingkat lanjut, keluarganya harus meninggalkan semua harta yang tersisa untuk bayar hutang. Pengusaha ini pun mengalami stress dan sakit karena beban pikiran yang terlalu berat. Ia me…

Klaim Asuransi

Image
SESULIT APAKAH MELAKUKAN KLAIM KE PERUSAHAAN ASURANSI? Urusan klaim menjadi momok bagi masyarakat. Banyak yang merasa kena tipu, karena tidak bisa melakukan klaim, tidak menerima dana yang sudah dibayang-bayangkan akan memberi jalan keluar bagi masalah keuangan yang menekan ini. Tak heran ada yang melabeli semua asuransi, terutama asuransi jiwa, sebagai penipu.

Sebagai penasehat dan pengajar keuangan, tentunya kita memberi tahu satu kenyataan penting tentang asuransi: kalau sudah terkena sakit, sudah dalam kondisi gawat, itu sudah berada dalam kondisi tidak bisa ditanggung asuransi. Begitu, bukan?

Namun, yang saya alami dengar sendiri adalah kesinisan disertai kemarahan. "Asuransi Jiwa apaan tuh, maunya hanya terima orang yang sehat saja! Memang perusahaan asuransi tukang tipu, mau ambil duit orang melulu!"

Agak sulit untuk menjelaskan bahwa cara pandang demikian merupakan sikap yang keliru, dan egois. Bayangkan, orang ini tidak pernah berasuransi, tidak pernah bersikap sosial …