Posts

Showing posts from October, 2016

Agen Asuransi Profesional

Image
AGEN ASURANSI ADALAH PROFESI KHUSUS DARI PERENCANA KEUANGAN, dengan fokus pada bidang Asuransi. Bidang yang ditangani oleh Agen Asuransi lebih sempit -- sesuai dengan ketentuan yang dijabarkan dalam Undang Undang No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian: Agen Asuransi adalah orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah.

Ada perbedaan definisi dibandingkan dengan UU sebelumnya No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian: Agen Asuransi adalah seseorang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.

Maka dalam UU lama, Agen Asuransi diposisikan sebagai orang atau badan yang terpisah dari Penanggung, yaitu Perusahaan Asuransi. Sedangkan dalam UU baru, Agen Asuransi adalah orang ya…

Menjadi Financial Planner

Image
APA YANG DIKERJAKAN OLEH PROFESIONAL FINANCIAL PLANNER? Tentunya ada perbedaan antara apa yang dilakukan oleh hanya agen penjual, dengan seorang Konsultan, baik Konsultan Asuransi (Insurance Consultant) atau Perencana Keuangan (Financial Planner). Sekarang ini, banyak agen asuransi disebut sebagai 'IC' atau 'FP' sebelum ia naik jadi Manager (Executive Manager, Business Manager, Unit Manager, ....... Manager).

Pada umumnya, pandangan terhadap posisi IC dan FP adalah sebagai pemula, hanya agen, baru berproses untuk sukses (alias belum berhasil) dan bukan posisi yang penting. Ayo jadi IC atau FP, dalam setahun terus naik jadi Manager! Caranya dapatkan omzet pribadi sekian, lalu rekrut 4 orang atau lebih dan dapatkan omzet group sekian....

Benarkah posisi IC atau FP itu adalah 'PEMULA'? Beberapa agen dengan malu-malu berkata, "saya masih baru, masih jadi FP... yaaa.... masih di bawah...." Tentang ini, mungkin dia salah. FP bukan posisi yang kecil atau renda…

Asuransi Secukupnya?

Image
ASURANSI YANG BAIK ADALAH YANG SESUAI KEBUTUHAN, tapi tidak semua orang mampu terpenuhi asuransinya. Jika mengikuti kebutuhan, masalah pertama adalah ketidakmampuan masyarakat secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak (bukan minumum!), dimulai dari ketidakmampuan untuk memilih dan memilah mana yang perlu, dan yang tidak perlu.
Realita yang sukar diterima: kebanyakan orang bahkan tidak punya tujuan dalam hal keuangan. Semua mengalir saja. Semua diterima saja dengan pasrah. Atau pakai perasaan, kalau enak dan nyaman, bayar! Kalau tidak ada rasanya, nanti dulu, pikir dulu..... tidak mampu melihat apa gunanya.

Karena ketidakmampuan itu, maka orang mengambil keputusan keuangan yang keliru dalam banyak hal; orang tidak menyadari mana yang disebut kebutuhan primer, sekunder, atau tersier -- bahkan pengeluaran yang justru harus dijauhi karena merusak, seperti membeli rokok. Sementara itu, perjuangan keluarga untuk memenuhi segala keinginan hidup ada batasnya. Maka ada hal-hal yan…

Penilaian Asuransi

Image
BAGAIMANA MENILAI PERUSAHAAN ASURANSI? Pertanyaan itu terus berkembang, dan belakangan ini ramai dengan penganugerahan Award untuk Perusahaan Asuransi Terbaik oleh berbagai media. Terakhir oleh Warta Ekonomi, yang memberi 3 buah 'Terbaik' kepada 3 perusahaan asuransi yang besarnya kurang lebih setara.

Bagaimana penilaian dilakukan? Pertama-tama dan paling mudah mereka menganalisa laporan keuangan yang dikeluarkan. Dasarnya adalah laporan keuangan tahun 2015, yang dipublikasikan di tahun 2016. Kedua, dilakukan wawancara mengikuti suatu metode riset marketing tertentu. Karena yang dipakai adalah riset marketing, maka yang diperoleh juga dalam parameter marketing, seperti sejauh mana suatu merek dikenal, dihargai dan dibeli.

Pengetahuan tentang metodologi penelitian ini penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan "Terbaik" dalam pelaporannya. Dengan melihat kepada laporan keuangan, maka hasil penilaian menunjukkan kekuatan dan kinerja finansial Perusahaan -- suatu par…

Investasi Di Unit Link

Image
TIDAK PADA TEMPATNYA MENJUAL INVESTASI LEWAT PRODUK ASURANSI JIWA, dan hal ini telah cukup lama dan cukup sering diulang-ulang di dalam Catatan ini. Dari kalangan asuransi jiwa dan Nasabah, ada sambutan yang positif dan perlahan-lahan semakin dipahami bahwa ada fungsi yang berbeda dalam setiap produk keuangan. Sesuatu yang seharusnya tidak dicampur-adukkan. Mau berinvestasi? Pakai produk investasi. Mau mendapatkan kepastian dari suatu nilai ekonomi? Pakai produk Asuransi.

Namun, kita tidak boleh mengabaikan investasi, terutama pada produk Asuransi Unit Link. Mengatakan bahwa kita tidak menjual investasi, tidak berarti investasi itu tidak penting bagi asuransi unit link. Sebaliknya!

Jika kita menghendaki asuransi tanpa investasi, seharusnya ambil saja Asuransi Jiwa Berjangka (alias term life insurance). Atau kalau kita tidak ingin terus menerus membayar premi sepanjang kontrak, kita bisa memakai Asuransi Jiwa Seumur Hidup. Dengan begitu, kita membayar sendiri premi asuransinya.

Masalahnya…