Posts

Showing posts from November, 2016

Masih ragu-ragu....?

Image
KERAGUAN ADALAH HAL YANG NORMAL, yang berarti ada proses berpikir yang panjang lebar. Kenyataannya, jika seorang Agen Asuransi mendatangi kita dan menawarkan Asuransi Jiwa, ada perasaan ragu yang merayap dalam hati. Agen ini, sudah dilatih macam apa untuk berbicara seperti itu? Sudah berlatih seperti apa untuk menghadapi semua keraguan, sehingga akhirnya saya tidak punya alasan lagi untuk berkata tidak?

Masalahnya, kalau saya tidak punya alasan untuk berkata tidak, itu karena saya kalah bicara. Saya tidak tahu lagi harus menjawab apa. Dia terdengar begitu meyakinkan, begitu pasti. Namun, siapa yang tahu masa depan? Keraguan tidak hilang karena kalah berbicara 'kan? Agen itu, banyak sekali pengetahuan dan ceritanya. Saya tidak punya banyak cerita, kecuali beberapa kisah teman yang dikecewakan oleh Asuransi Jiwa nya.

"Apakah nanti saya akan dikecewakan oleh Asuransi Jiwa yang saya ambil?"

Kebanyakan orang akan melihat lagi dokumen yang diberikan oleh Agen: ilustrasi. Asuransi…

Nggak boleh beli Asuransi?

Image
JIKA ADA YANG MELARANG ANDA IKUT ASURANSI, COBA TANYAKAN PADA ORANG TERSEBUT BEBERAPA PERTANYAAN INI:

1. Jika anak saya sekolah apakah anda siap menanggung biayanya?

Jawab: KENAPA SAYA YANG HARUS MENANGGUNG? Membayar uang sekolah adalah beban yang harus ditanggung orang tua, bukan orang lain. Apakah ditanggung oleh Asuransi? Tidak juga! Sejak kapan ada Asuransi yang MENJAMIN ANAK MASUK SEKOLAH sesuai dengan kehendak atau harapannya? Tidak ada!

Jadi, baik saya maupun perusahaan Asuransi tidak siap menanggung biaya sekolah anak Anda. TIDAK ADA perusahaan Asuransi yang menjamin membayari semua tagihan biaya sekolah anak kelak.

2. Jika saya tua apakah Anda siap memberikan (tanggungan) biaya untuk masa pensiun saya?

Jawab: MASA PENSIUN ANDA ADALAH TANGGUNGAN ANDA. Bukan tanggungan saya. Juga bukan tanggungan perusahaan Asuransi. Setiap orang yang menjadi semakin tua, bertanggung jawab untuk mempersiapkan SENDIRI masa pensiunnya.

Jangan salah paham: ADA produk dari perusahaan Asuransi yang disebu…

Ketika KESEHATAN (Hampir) Di Jamin....

Image
KETIKA ORANG MENGALAMI SAKIT BERAT, pertimbangan yang utama adalah bagaimana membayar biaya perawatan. Masuk rumah sakit, mulai berpikir, masuk kelas berapa? Berapa bayar kamar semalam? Kalau di bedah, berapa biaya bedahnya?

Itu hal yang wajar untuk dilakukan, karena meskipun penyakit itu tidak bisa ditolak, tapi biaya perawatan juga tidak bisa ditawar. Di sinilah kita menemukan ada manfaat yang sangat penting diperoleh dari Asuransi Kesehatan. Juga dari BPJS Kesehatan -- suatu layanan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kini, masuk rumah sakit tidak lagi perlu keluar uang, walaupun juga tidak bisa terlalu banyak memilih. Bisakah kembali sehat sepenuhnya?

Pokoknya, kalau sampai sakit, masuklah ke rumah sakit yang dirujuk, mendapatkan pelayanan sesuai yang telah dibakukan. Sistemnya memastikan bahwa semua biaya akan dicover, tidak lagi harus bingung bagaimana bayarnya.

Apakah penyakitnya itu dapat disembuhkan? Yaa.... dengan standar dokter yang tersedia. Dianggap, semua pelayanan dokter itu sa…

UPDATE NOVEMBER 2016

Image
BULAN NOVEMBER ADALAH PUNCAK KINERJA DALAM SETAHUN, setelah itu masuk bulan Desember untuk menutupnya. Apa yang kita peroleh sepanjang tahun disimpulkan pada bulan November ini, sehingga menjadi saat yang tepat pula untuk membentuk evaluasi, tentang apa yang mau dikerjakan di tahun berikutnya.

Setiap investor yang profesional selalu mengenali faktor risiko terlebih dahulu sebelum mengejar perolehan hasil. Di bulan November, kita dapat melihat seperti apakah tingkat risiko yang dihadapi, seperti apa harapan yang bisa diperoleh tahun depan, dan apa yang harus dilakukan. Kita bisa memulainya dari memandang perubahan yang terjadi secara makro, di Indonesia.

Secara makro, kita melihat bahwa tingkat suku bunga perbankan telah menurun dibandingkan dengan awal tahun. Memang masih ada dua bulan tersisa di 2016, tapi gambaran cukup jelas. Apakah ini merupakan kabar baik? Sebentar.... tentunya kita juga perlu melihat bahwa tingkat penyaluran kredit tidak meningkat, dan PDB cukup susah dipertahanka…