Cerdas Pajak

Cerdas Pajak - Hi, friend Asuransi Terkini, in this article entitled Cerdas Pajak, we have prepared this article well and concise to be easy to understand for you to read and can be taken inside information. hopefully the contents of the post that we write this you can understand and useful. okay, happy reading.



Pajak itu, dikenakan bagi mereka yang berusaha. Karena sudah berusaha menambahkan nilai, maka dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Karena menerima penghasilan, maka dikenakan Pajak Penghasilan. Karena sudah meningkatkan nilai tanah dan bangunan, maka dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan.

Pajak diambil karena (teorinya) Pemerintah menyediakan segala sarana sehingga rakyat bisa berusaha. Orang menerima keamanan, kepastian berusaha, infrastruktur, ketersediaan tenaga kerja... Itu semua diupayakan oleh Pemerintah.
Di jaman dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah seperti sekarang, sangat penting untuk berusaha dan memberikan nilai tambah. Hanya dan hanya jika rakyat berproduksi tinggi, maka negara dapat memperoleh pendapatan pajak yang tinggi, pertumbuhan ekonomi bagus, dan dengan begitu masuk juga Investasi.

Pajak itu, suatu keharusan. Kepastian. Yang berusaha, yang mengambil Risiko, harus bayar pajak lebih tinggi daripada orang pengangguran...

Risiko itu bentuknya macam2. Bisa kecelakaan karena sering bepergian. Bisa kelelahan, sakit berat. Bisa mendadak meninggal dunia. Kalau meninggal, bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan?

Satu-satunya instrumen keuangan yang menanggung kehilangan Finansial karena musibah adalah Asuransi.

Karena asuransi mengganti atau menanggung kerugian karena musibah, maka pembayaran klaim asuransi tidak dikenakan pajak.

Jika dana asuransi diputar sehingga nilainya bertambah, pertambahan itu tidak dikenakan pajak.

Jika perusahaan asuransi memberikan bonus reversionary kepada Nasabah, bonus itu tidak dikenakan pajak.

Jadi, setelah kita membayar pajak penghasilan, dana bisa ditaruh sebagai Premi Asuransi, bertumbuh dan itu tidak dipajaki lagi. Bandingkan jika dana itu masuk ke deposito, bukan kah masih ada pajak atas bunganya? Pajak final 20% lho. Tapi, di Asuransi tidak kena pajak.

Itu bukan angka kecil. Hitung premi tahunan, misalnya di Asuransi term life di usia tertentu. Hitung diratakan Rp 200.000 untuk UP 100.000.000. Misalnya saja perlindungan 50 tahun, itu 10.000.000. Artinya ada peningkatan 10x lipat!

Kena pajak? Tidak sama sekali.
Kalau uang dari 10 juta didepositokan jadi 100 jt dalam 50 tahun, berapa bayar pajaknya, coba?

Yaa... Nggak kena pajak sih, tapi ada biaya akuisisi.... Eh, coba hitung, mana yg lebih besar antara pajak dan biaya akuisisi? Ada yg bisa bantu hitung?

Agen Asuransi juga harus paham pajak. Dan bagaimanakah dengan Pajak yg harus dibayar Agen?

Itu juga yang diperjuangkan Asosiasi Agen Asuransi Indonesia.

Sudah jadi anggota? Buruan deh!


Thank You and Good article Cerdas Pajak this time, hopefully can benefit for you all. see you in other article postings.

You are now reading the articleCerdas Pajak with the link address http://www.tableofcontents.me/2017/12/cerdas-pajak.html
Previous
Next Post »